TRADISI DANDANGAN KUDUS

Dandangan merupakan tradisi peninggalan dari Sunan Kudus yang bernama Syech Jafar Shodiq, beliau merupakan pemimpin tertinggi soal agama di wilayah Kudus paa abad 16. Beliau sangat disegani dan diakui dalam hal penguasaan ilmu agama khususnya Fikih dan Falaq. Oleh sebab itu tentu beliau sangat mengerti dan sangat ahli mengenai penetapan tanggal.

Pada waktu itu setiap menjelang bulan Romadhon maka banyak orang yang berkumpul di sekitaran Masjid Menara yaitu Masjid Al Aqsa untuk menanti pengumuman dari Sunan Kudus tentang penentuan tanggal 1 Ramadhan, orang yang ingin mendengar pengumuman itu sangat banyak dan datang dari segala penjuru, maka orang disekitar Masjid kemudian banyak yang berjualan makanan dengan istilah mremo atau aji mumpung yaitu banyak orang berjualan karena ada kesempatan dan banyak orang yang membutuhkan pada saat itu.

Penentuan Tanggal 1 Romadhon di tandai dengan penambuhan bedug di Menara Masjid, karena bunyi bedug itu dang…dang…dang… maka tradisi pengumuman penentuan Tanggal 1 Romadhon itu dinamakan Tradisi Dandangan.

Sampai saat Tradisi Dandangan masih tetap dilaksanakan. Pelaksanaan Dandangan pada saat ini juga masih tetap ramai, biasanya 10 hari sebelum Tanggal 1 Ramadhan banyak orang yang datang untuk berjualan dan yang berjualan tidak hanya warga kudus tetapi banyak juga dari luar kota dan masyarakat kudus bahkan orang diluar kudus juga banyak yang datang untuk berbelanja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here