Desa Jurang

Desa Jurang berlokasi di Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus. Terletak lebih kurang 10 km ke arah utara dari pusat Kota Kudus. Desa ini memiliki luas 261,4 hektar dan penduduk sebanyak 8169 jiwa.
Desa ini memiliki potensi antara lain, wisata minat khusus river tubing. Kegiatan petualangan tersebut menjadi atraksi utama di desa wisata ini. Di Desa Jurang ini juga terdapat jembatan gantung yang terbuat dari kayu yang sering digunakan sebagai spot foto. Di desa ini juga memiliki  makanan lokal yang disebut galecot terdiri dari 3 makanan yang berbeda yaitu gobet terbuat dari singkong, klepon dan cetot.

Memasuki musim penghujan, tempat wisata River Tubing X-Jurang kembali dibuka. Objek wisata susur sungai Daerah Aliran Sungai (DAS) Gelis itu berlokasi di Desa Jurang, Kecamatan Gebog. Wisata arung jeram (rafting) tersebut dibuka kembali pada awal Januari ini.

Sepanjang aliran sungai tersebut dihimpit oleh tebing-tebing tinggi. Terdapat pula bebatuan dan tumbuhan di sekitar sungai yang menambah keindahan alam. Cocok sekali untuk bermain arung jeram. Memacu adrenalin. Hal itulah yang ditunggu-tunggu para pengunjung untuk berwisata alam di sana.

Ketua Karang Taruna Gelora Mahardika Desa Jurang, Wahyul Huda mengatakan, wisata River Tubing sudah mulai aktif kembali. Mengingat sudah musim hujan, jadi debit air sungai sudah bisa digunakan untuk rafting.

”Wisata River Tubing ini sudah mulai kami buka kembali. Sejak awal Januari. Sebelumnya kami juga sudah survei melakukan pengecekan ke lokasi. Serta membersihkan ranting-ranting yang mengganggu,” katanya.

Dengan begitu, wahana wisata yang kali pertama dibuka pada April lalu itu sudah bisa dipastikan aman. Saat ini pihaknya masih menyosialisasikan tempat wisata tersebut. Karena sudah beberapa bulan tidak aktif lantaran cuaca kemarau. Sehingga tidak memungkinkan untuk beroperasi. ”Kami buka setiap weekend. Namun jika ada yang booking saat hari biasa (weekday), kami siap melayaninya,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Wahyu menjelaskan, saat weekend biasanya dibuka beberapa sesi. Untuk hari Sabtu dibagi dua sesi. Sesi pertama pukul 13.00-15.00. Sesi Kedua pukul 15.00-17.00. Sedangkan pada hari Minggu terbagi empat sesi. Pukul 08.00-10.00, 10.00-12.00, 13.00-15.00, dan pukul 15.00-17.00.

Mengenai tarif wisata, per orang dikenakan Rp 50 ribu. ”Itu sudah termasuk asuransi, pelampung, helm, ban, dokumentasi, transport, tour guide, welcome and hot drink,” jelasnya.

Panjang rute perjalanan susur sungai yang menggunakan ban dalam mobil tersebut sekitar tiga kilometer. Dari sungai Sungging hingga Bendungan Karanggayam, Desa Jurang, Kecamatan Gebog

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here