Kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Kandangmas, Dawe terus mengembangkan wisata. Salah satunya dengan mengajak perajin gula tumbu untuk bisa menarik minat wisatawan.

Ketua Pokdarwis Desa Kandangmas Sabari mengatakan, paket jelajah desa ini tengah digarap. Saat jelajah wisata, wisatawan akan diajak keleling menggunakan jeep. Mulai dari mengunjungi sentra gula tumbu.   ✖

”Wisatawan akan dijamu dengan makanan dan minuman, destinasi sejarah akan kami ajak ke Punden Masin,” terangnya.

Usai mengelilingi destinasi di desa ini, perjalanan berlanjut mengunjungi Bendungan Logung. Mereka akan diajak menaiki perahu wisata menyusuri Bendungan Logung.

Pengelola juga menyediakan beberapa cindera mata berupa kolak gondeng dan gula merah untuk pengunjung. Hal ini untuk membuat wisatawan terkenang dan terkesan atas kunjungan di Desa Kandangmas.

”Untuk menikmati paket wisata ini, pengunjung dibanderol dengan harga Rp 125 ribu per orang. Saat ini wisata sudah dibuka,” katanya.

Pokdarwis Desa Kandangmas, kata Sabari, tengah membuka jalur dengan memanfaatkan sabuk hijau Bendungan Logung baru digarap. Lintasan ini mempunyai 1,5 kilometer.

Sementara itu, perajin gula tumbu Sukari menyatakan, kolaborasi dengan Pokdarwis bisa memberikan pengaruh yang positif kepada desa. Salah satunya mengenalkan Desa Kandangmas sebagai pembuatan gula tumbu.

Per hari, dia bisa memproduksi tujuh kwuintal gula. Proses pembuatannya selama dua jam. Gula yang berwarna cokelat ini digunakan untuk salah satu campuran adonan kecap.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here