Home Kebudayaan Stasiun Johar Kudus

Stasiun Johar Kudus

0
75

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kab.Kudus- Stasiun Kudus dibangun tahun 1883 silam dan dibuka pada tahun 1919 lalu yang mempunyai cabang ke Mayong. Pada masa Hindia Belanda stasiun ini dimiliki oleh Samarang-Joana Stoomtram Maatschappij.

Asal usul stasiun ini terdiri atas dua periode dimana yang pertama adalah pembangunan dua jalur kereta api yakni Jurnatan-Juwana dan Kudus-Mayong yang dibangun oleh Samarang–Joana Stoomtram Maatschappij. Jalur Demak–Kudus selesai pada tanggal 15 Maret 1884 dan dilanjut menuju Juwana pada tanggal 19 April 1884. Selanjutnya, dibangun jalur cabang menuju Mayong pada tanggal 6 September 1887. Stasiun Kudus yang juga dikenal dengan Stasiun Wergu karena terletak di Wergu Wetan, berada di ketinggian +16,37 mdpl dan merupakan stasiun kereta api nonaktif kelas besar.

Stasiun Kudus (Johar saat ini ) di fungsikan sebagai Bangunan Cagar Bdaya

Nonaktifnya stasiun ini pada tahun 1986, dikarenakan sejak tahun 1980, penumpang turun drastis disebakan adanya pelebaran jalan dan makin banyaknya kendaraan pribadi serta angkutan umum. Stasiun ini dulu mempunyai dipo lokomotif tetapi kini telah beralih fungsi menjadi kios, sementara emplasemennya berubah menjadi karoseri bak truk. Selain dipo, stasiun ini juga mempunyai sebuah gudang yang dahulu digunakan untuk menyimpan hasil bumi dan kini digunakan untuk lapangan futsal.Di sebelah utara Stasiun Kudus masih berdiri tegak tiang sinyal mekanik. Tak hanya itu, bangunan stasiun ini pernah dijadikan sebagai pasar sejak 1993. Untuk menandai bekas stasiun, pasar ini dikenal sebagai Pasar Stasiun Wergu. Emplasemen dan peron stasiun dulu dipenuhi lapak-lapak pedagang dan kantor kepala stasiun dulu dipakai untuk kantor pengelola pasar.

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here