Jejak syiar Islam di Kudus pada masa lampau, di luar yang dilakukan oleh Sunan Kudus Djakfar Sodiq dan Sunan Muria Umar Said, salah satunya adalah seperti yang diperankan Raden Muhammad Syarif. Anak bupati ketika Sumenep, Madura, Tumenggung Macan Wulung Yudonegoro itulah yang telah menorehkan sejarah di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog.

Raden Syarif membuktikan apa yang telah menjadi kebiasaan sehari-hari warga masyarakat, seperti nada tembang, terus mengumandang hingga kini. Lantunan nada pentatonik Jawa diakulturasikan pada berjanji, sehingga vokal yang terdengar tidak sebagaimana suara berjanji pada umumnya.

Karena nada pentatonik Jawa itulah, kemudian peringatan hari lahir Nabi Muhammad SAW yang ditandai dengan pembacaan berjanji di Padurenan disebut Maulidan Jawiyan. Pembacaan berjanji yang sangat khas, yang kini hanya ada di Padurenan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here