Di dalam KBBI, parijoto (istilah botani) disebut sebagai “perdu tegak tinggi mencapai 1-2 meter, tumbuh di lereng gunung atau hutan, berdaun lonjong, buah berwarna ungu jika masak, berkhasiat bagi ibu hamil.” Ya, dari khasiatnya itu maka muncul mitos bahwa bayi yang dikandung perempuan hamil yang makan parijoto bakal cantik atau ganteng. Tapi di luar mitos, memang parijoto menambah nutrisi perempuan hamil karena kaya akan kardenolin, saponin, flavonid, dan tanin. Parijoto adalah tumbuhan dari famili Melastomataceae dengan nama ilmiah Medinilla speciosa, meskipun oleh The Plant List, nama ilmiah tersebut dilabeli sebagai “unresolved name“. Adapun dalam bahasa Inggris disebut Showy Asian Grapes.

Dikutip dari laman alamendah.org, parijoto merupakan tanaman semak epifit dengan ketinggian 0,45 – 1,2 meter. Ia adalah tumbuhan semak evergreen (selalu hijau) dengan batang dan cabang berkayu berwarna hijau. Daunnya berwarna hijau berbentuk lonjong dengan ujung lancip dan bertulang daun melengkung. Buahnya tersusun dalam malai yang besar dengan masing-masing buah berbentuk bulat kecil. Saat masih muda, buah berwarna pink muda namun semakin memerah keunguan setelah masak. Pohon parijoto tumbuh tersebar di Pulau Jawa dan Kalimantan (Indonesia), Sabah (Malaysia) dan Filipina. Habitatnya berada di hutan hujan tropis pegunungan dengan ketinggian 500 – 1.000 meter dpl. Di Pulau Jawa, tumbuhan itu dijumpai di Gunung Muria (Kudus, Jawa Tengah), Habitatnya berada di hutan hujan tropis pegunungan dengan ketinggian 500 – 1.000 meter dpl. Di Pulau Jawa, tumbuhan itu dijumpai di Gunung Muria (Kudus, Jawa Tengah).

Meski habitat di ketinggian seperti itu, kita bisa membudidayakannya. Kita bisa menanamnya di pekarangan, pot, atau bahkan jadi tanaman hias di ruangan. Di dalam ruangan? Ya, bahkan di beberapa tempat parijoto dijadikan tanaman hias yang mahal harganya. Tapi yang pasti, khasiat parijoto yang utama adalah tanaman obat dengan banyak khasiat yang salah satunya sudah disebutkan sebagai penambah nutrisi perempuan hamil.

Dari Kisah Sunan Muria

Mitos itu berawal dari kisah Sunan Muria, salah seorang Walisongo. Konon itu semua berawal ketika istri Sunan Muria hamil, dia makan buah parijoto yang berasal dari hutan. Ketika si jabang bayi lahir, kulitnya sehat dan bersih. Dan saat dilahirkan ternyata Sang Bayi sehat dan berkulit bersih. Sejak itu berkembanglah mitos bahwa parijoto jika dikonsumsi oleh perempuan yang sedang hamil maka anak yang dilahirkannya akan menjadi tampan atau cantik, terlahir sehat, dan berkulit bersih. Banyak yang memercayai mitos itu. Mau bukti? Buah parijoto hampir selalu dicari orang,yang sebagian besar memercayai mitos itu. Okelah, siapa pun boleh percaya atau nggak terhadap mitos itu. Tapi memang buah kecil keungu-unguan itu memang banyak disukai.

Klasifikasi Ilmiah Kerajaan: PlantaeFilum: TracheophytaKelas: MagnoliopsidaOrdo: Myrtales Famili: MelastomataceaeGenus: MedinillaSpesies : Medinilla speciosa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here